Kamis, 07 Februari 2019

Kesehatan

Harga BBM Naik, Kesejahteraan Rakyat Dipertanyakan!

Isu kenaikan harga BBM ini selalu hadir setiap tahun. Bahkan sejak tahun lalu muncul isu mengenai kenaikan harga BBM seusai pemilu 2019 nanti. Hal tersebut tentunya sudah membuat risau masyarakat. Sebenarnya, sejak tahun 2004, pemerintah sudah berusaha melakukan sosialisasi mengenai kebijakan mengapa pemerintah harus menaikkan harga BBM. Namun, terkadang kebijakan tersebut dianggap menyusahkan masyarakat dan mengganggu kesejahteraan.

Harga BBM Naik, Kesejahteraan Rakyat Dipertanyakan!

Padahal sejatinya, kenaikan harga BBM digunakan untuk mengurangi defisit APBN yang biasanya digunakan untuk menyubsidi BBM. Selain itu, kenaikan harga BBM juga akan mencegah Pertamina dari bangkrut, sebab terjadi kenaikan harga mentah minyak dunia. Tak hanya itu, kebijakan kenaikan harga BBM digunakan pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Sayangnya, masyarakat tidak begitu peduli akan alasan pemerintah. Aksi-aksi unjuk rasa terus saja berjalan ketika adanya berita kenaikan BBM, tak hanya kalangan masyarakat saja, bahkan kalangan mahasiswa turut turun ke jalan mengutarakan pendapatnya mengenai kenaikan BBM. Terkadang, masyarakat mengabaikan berbagai pendapat positif dari para ahli ekonomi yang selalu berseliweran di televisi maupun koran. Mengapa demikian? Karena masyarakat menganggap dengan naiknya BBM, otomatis akan terjadi kenaikan yang signifikan terhadap bahan-bahan pokok lainnya.

Bila alasan kenaikan BBM untuk mencegah Pertamina yang akan bangkrut, sepertinya masyarakat tidak begitu mudahnya percaya bahwa Pertamina dapat bangkrut. Beberapa waktu lalu terungkap mengenai laporan keuangan Pertamina selama lima tahun terakhir, yang ternyata mencatatkan keuntungan. Hal ini tentunya mengindikasikan tidak bangkrutnya Pertamina. Bahkan diperkirakan hingga semester pertama tahun 2019 nanti, Pertamina akan terus memperoleh keuntungan. Pada tahun ini pula, Pertamina menaikkan produksinya, sehingga akan memengaruhi pula pendapatan penjualan yang akan memberikan kontribusi pada perolehan keuntungan untuk perusahaan.

Pada tahun 2019 ini, yang terjadi malah sebaliknya, yakni ternyata terjadi pengurangan harga yang disebabkan oleh turunnya harga minyak mentah di dunia. Penyebab lainnya karena penguatan mata uang dollar Amerika. Hal tersebut membuat Pertamina pun berusaha menyesuaikan dengan menurunkan harga BBM. Penurunan ini dilakukan sejak tanggal 5 Januari 2019. Bila sebelumnya Pertalite memiliki harga per liter Rp 7.800, kini per liter hanya berharga 7.650. Sedangkan Pertamax menjadi Rp 10.200, setelah sebelumnya Rp 10.400. Begitu pula dengan Pertamax Turbo, yang menjadi Rp 12.000, setelah sebelumnya Rp 12.250. Dexlite pun harganya turun menjadi Rp 10.300 (sebelumnya rp 10.500), dan Dex juga ikut turun yakni Rp 11.750 (sebelumnya Rp 11.850).

Meskipun saat ini harga BBM sedang turun, namun tak menutup kemungkinan bila di kemudian hari harga BBM kembali naik. Pertamina pun menyatakan akan selalu memantau pergerakan harga minyak mentah dunia. Tak hanya itu, Pertamina juga akan melakukan evaluasi terkait harga BBM, yang dilakukan secara berkala. Artinya, Pertamina selalu mengawasi pula harga minyak dan pergerakan nilai tukar rupiah di pasar internasional. Dengan turunnya harga BBM, tentunya Pertamina berharap bahwa masyarakat bisa sejahtera dan terus menggunakan produk dari Pertamina. Tak hanya itu, Pertamina berusaha mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan penggunaan produk yang berkualitas.

Penurunan tersebut memang tidak begitu signifikan, namun paling tidak bisa membantu kesejahteraan masyarakat. Sayangnya, beberapa waktu lalu juga ada prediksi bahwa harga minyak mentah dunia akan naik setelah pemilu. Berita tersebut mungkin bisa saja benar terjadi, namun masyarakat diharapkan agar terus mempercayai pemerintah dan menghindari berita-berita negatif yang belum tentu benar adanya. Tak hanya masyarakat, mahasiswa pun diharapkan tidak mudah terhasut akan berita-berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Pertamina juga berharap bahwa mahasiswa bisa membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat awam mengenai mengapa pemerintah perlu menaikkan harga BBM, sehingga pemerintah akan mengerti dan memahami. Sebenarnya, jika masyarakat tidak ingin boros menggunakan BBM, mungkin masyarakat bisa tidak memanaskan kendaraan terlalu lama, tidak melewati batas kecepatan, serta melakukan servis secara berkala. 

Kesehatan

About Kesehatan -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :